MTsN 1 Sleman berpartisipasi dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung pada Rabu–Kamis (1–2/7/2026), di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam kegiatan tersebut, MTsN 1 Sleman bergabung bersama stan pameran Kapanewon Seyegan yang menampilkan berbagai hasil karya dan praktik baik pendidikan dari jenjang PAUD/TK, SD/MI, hingga SMP/MTs. Selama dua hari pelaksanaan, stan Seyegan menjadi salah satu area yang ramai dikunjungi peserta konferensi.

Konferensi Pendidikan Indonesia merupakan forum yang mempertemukan pendidik, pemerintah, akademisi, dan pegiat pendidikan untuk berbagi gagasan, inovasi, serta praktik pembelajaran dari berbagai daerah. Selain menghadirkan seminar dan diskusi bersama narasumber, KPI 2026 juga menyelenggarakan pameran pendidikan yang memberi ruang bagi sekolah dan madrasah untuk memperkenalkan karya, media pembelajaran, serta program unggulan yang telah dikembangkan.

Pada stan Kapanewon Seyegan, pengunjung dapat melihat beragam hasil karya guru dan murid yang mencerminkan kreativitas serta proses belajar di satuan pendidikan masing-masing. Stan ini semakin menarik perhatian karena panitia menyediakan popcorn dan es lilin bagi para pengunjung. Kehadiran sajian sederhana tersebut membuat banyak peserta singgah, kemudian melanjutkan dengan melihat berbagai produk dan inovasi pendidikan yang dipamerkan. MTsN 1 Sleman menampilkan hasil produk murid yakni sabun cuci piring dan batik shibori.

Melalui kegiatan ini, guru dan murid memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembelajaran kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah. Berbagai ide yang diperoleh selama konferensi dapat menjadi bahan pengembangan pembelajaran di madrasah. Selain mengikuti pameran, peserta juga memperoleh wawasan baru dari rangkaian seminar dan sesi berbagi praktik baik yang berlangsung selama dua hari.

Partisipasi MTsN 1 Sleman dalam Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 menunjukkan komitmen madrasah untuk terus terlibat dalam pengembangan pendidikan yang kolaboratif. Pengalaman selama konferensi diharapkan dapat memperkaya inovasi pembelajaran di madrasah serta mendorong lahirnya karya-karya baru yang memberi manfaat bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan.