Murid kelas VII MTs Negeri 1 Sleman mengunjungi Gedung Agung Istana Kepresidenan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (16/7/2026) dalam rangkaian Outing Class Kokurikuler MATAMUDA. Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini mengajak murid mengenal sejarah perjuangan bangsa melalui salah satu bangunan bersejarah yang pernah menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah memperkaya wawasan kebangsaan melalui pengalaman belajar secara langsung.

Dalam sesi pengenalan, pemandu menjelaskan bahwa Gedung Agung dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1824 sebagai kediaman resmi Residen Belanda di Yogyakarta. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini memiliki peran penting ketika Yogyakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia pada tahun 1946–1949. Saat ini, Gedung Agung berfungsi sebagai salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang digunakan untuk kegiatan kenegaraan dan menjadi tempat singgah Presiden maupun Wakil Presiden ketika berada di Yogyakarta.

Selanjutnya, murid diajak berkeliling mengikuti alur kunjungan yang telah ditentukan. Mereka melihat beberapa ruangan yang digunakan untuk menerima tamu negara, ruang pertemuan, ruang kerja, hingga ruang yang disiapkan bagi Presiden dan Wakil Presiden saat menjalankan tugas di Yogyakarta. Pemandu juga mengenalkan berbagai koleksi lukisan karya seniman Indonesia yang menghiasi setiap sudut bangunan. Setiap karya memiliki cerita yang menggambarkan perjalanan sejarah maupun budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke perpustakaan istana yang menyimpan berbagai koleksi bacaan tentang Presiden Republik Indonesia, mulai dari Ir. Soekarno hingga Joko Widodo. Melalui koleksi tersebut, murid memperoleh gambaran mengenai perjalanan kepemimpinan nasional dari masa ke masa. Melalui bangunan, dokumen dan berbagai benda bersejarah yang masih terawat, murid memperoleh pemahaman bahwa sejarah dapat dipelajari secara langsung, tidak hanya melalui buku pelajaran.

Melalui kunjungan ke Gedung Agung, MTs Negeri 1 Sleman berharap murid semakin mengenal sejarah bangsa sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan nasional. Pengalaman belajar secara langsung diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mendorong murid untuk lebih menghargai perjalanan panjang Republik Indonesia. Kegiatan kokurikuler seperti ini akan terus dikembangkan agar pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan nyata.