Guru Bahasa Arab MTsN 1 Sleman, Rosyid Setiawan Zulfahmi, S.Pd mengikuti pelantikan Pegawai Negeri Sipil sekaligus peluncuran buku “Tahun Pertama Jadi Abdi Negara” pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dan diikuti ASN serta CPNS muda di lingkungan Kanwil Kemenag DIY.

Buku “Tahun Pertama Jadi Abdi Negara” ditulis secara kolaboratif oleh ratusan ASN dan CPNS muda sebagai ruang berbagi pengalaman selama menjalani tahun pertama sebagai aparatur negara. Peluncuran buku tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dan Pengambilan Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil. Dalam kegiatan itu, Rosyid menjadi salah satu penulis yang mewakili MTsN 1 Sleman.

Rosyid Setiawan Zulfahmi, S.Pd (baris kedua, paling kanan -red) saat peluncuran Buku Tahun Pertama Jadi Abdi Negara

Tulisannya yang dimuat dalam buku tersebut berjudul “Bukannya Aku yang Hebat, tapi Do’a Ibuku yang Dahsyat” berisi tentang perjalanan, perjuangan, serta dukungan orang tua, khususnya doa ibu, dalam prosesnya menempuh pendidikan hingga akhirnya menjadi ASN di lingkungan Kementerian Agama. Ia menggambarkan bahwa keberhasilan yang diraih tidak lepas dari dukungan keluarga dan proses panjang yang dijalani dengan konsisten.

Menurutnya, buku tersebut menjadi media untuk mendokumentasikan proses belajar, tantangan, serta cara beradaptasi sebagai ASN di lingkungan Kementerian Agama. Ia menjelaskan bahwa pengalaman yang ditulis bukan sekadar cerita pribadi, tetapi juga bentuk refleksi tentang tanggung jawab, pelayanan, dan etika kerja sebagai aparatur negara.

Melalui kegiatan ini, para ASN muda diajak untuk membangun budaya literasi sekaligus memperkuat kemampuan menulis di lingkungan kerja. Menurut Rosyid, kebiasaan menulis membantu guru lebih terlatih menyusun gagasan lalu menyampaikan pengalaman secara runtut dan membagikan praktik baik yang bisa dipelajari bersama.

Bagi MTsN 1 Sleman, keterlibatan guru dalam peluncuran buku tersebut memberi ruang untuk menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya aktif dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam pengembangan literasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong guru lain untuk terus berkarya dan mendokumentasikan pengalaman pendidikan melalui tulisan.