MTsN 1 Sleman membagikan tanaman black sapote kepada kepala madrasah tsanawiyah negeri dan swasta Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) DIY yang digelar pada Selasa (9/6/2026) di ruang pertemuan MTsN 1 Sleman. Pembagian tanaman tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 1 Sleman sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri dalam memperkuat budaya peduli lingkungan.

Dengan pembagian tanaman tersebut, MTsN 1 Sleman mengajak kepala madrasah untuk memperkuat nilai ekoteologi melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing. Ekoteologi memandang bahwa menjaga dan merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Penanaman pohon dan pelestarian lingkungan menjadi salah satu bentuk nyata dari nilai tersebut.

Tanaman yang dibagikan adalah black sapote, buah tropis yang berasal dari Amerika Tengah dan dikenal dengan sebutan “buah puding cokelat” karena daging buahnya yang matang berwarna cokelat gelap menyerupai puding. Selain dapat dikonsumsi, tanaman ini memiliki manfaat ekologis karena mampu menghasilkan oksigen, membantu penghijauan lingkungan, serta menambah keanekaragaman tanaman produktif di kawasan madrasah.

Kepala MTs yang hadir menyambut baik pemberian tanaman tersebut. Mereka menilai langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi madrasah untuk mengembangkan lingkungan belajar yang lebih hijau sekaligus mengenalkan berbagai jenis tanaman produktif kepada peserta didik. Bibit yang diterima juga diharapkan dapat ditanam dan dirawat sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan di masing-masing madrasah.

Sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri, MTsN 1 Sleman terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menghubungkan pendidikan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan. Melalui pembagian bibit black sapote ini, madrasah berharap semangat menjaga lingkungan dapat tumbuh di lebih banyak madrasah sehingga gerakan peduli bumi berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.