MTsN 1 Sleman mengikuti Kirab Budaya Merti Desa Mbah Bregas pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan berlangsung di Kalurahan Margoagung, Seyegan, dengan rute kirab dari kantor kelurahan menuju Balai Ringin Dusun Ngino. Dalam kegiatan tersebut, madrasah mengirimkan pasukan bregada yang terdiri dari guru, pegawai, serta murid kelas 7 dan 8.

Kirab budaya Mbah Bregas merupakan tradisi tahunan masyarakat Ngino yang biasanya digelar setiap Jumat Kliwon di bulan Mei sebagai bentuk syukur atas hasil panen sekaligus penghormatan kepada tokoh leluhur setempat, Mbah Bregas. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Seyegan. Dalam kirab tahun ini, pasukan bregada MTsN 1 Sleman tampil dengan formasi penari, peleton tonti, murid berprestasi, serta murid-murid yang menjadi duta program unggulan madrasah.

Sepanjang perjalanan kirab, para peserta menampilkan barisan budaya dengan nuansa tradisi Jawa. Kehadiran murid dalam berbagai peran menunjukkan keterlibatan madrasah dalam pelestarian budaya lokal. Selain membawa identitas bregada, murid juga memperkenalkan nilai-nilai tentang kepedulian lingkungan. Hal ini menjadi penguat MTsN 1 Sleman sebagai madrasah adiwiyata mandiri nasional.

Menurut berbagai catatan budaya, Mbah Bregas dikenal sebagai tokoh yang dipercaya menjadi pendiri Dusun Ngino dan memiliki kaitan dengan penyebaran syiar Islam di wilayah Margoagung. Tradisi merti desa ini bukan sekedar dipahami sebagai kegiatan seremonial, namun menjadi ruang untuk menjaga hubungan sosial warga dan mengenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

Melalui partisipasi dalam kirab budaya ini, MTsN 1 Sleman memberi ruang bagi murid untuk belajar langsung tentang budaya masyarakat di sekitarnya. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan sikap menghargai tradisi, menjaga lingkungan, serta membangun keterlibatan murid dalam kegiatan sosial budaya di masyarakat.